supported by

Memilih Pemimpin: Cermin Bernama Sejarah

Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil. Dia telah mempunyai 8 orang anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri dianggap mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankan untuk menggugurkan saja kandungannya?

Jika anda menjawab YA, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis termasyur dunia, karena anak yang dikandung oleh Sang Ibu itu lahir dan diberi nama LUDWIG VAN BEETHOVEN. Nah, sekarang tiba waktunya untuk memilih seorang pemimpin dunia, dan keputusan anda berpengaruh besar terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Berikut ini adalah fakta mengenai ketiga calon tersebut.

Calon A

Dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis, punya dua orang istri muda, dia juga seorang perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.

Calon B

Dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun di sore hari, pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski tiap sore.

Calon C

Dianggap pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinannya

Siapa diantara ketiga calon ini yang akan anda pilih? Anda mungkin tidak akan menduga siapa sebenarnya ketiga calon di atas:

Calon A adalah Franklin D. Roosevelt

Calon B adalah Winston Churchill

Calon C adalah Adolf Hitler


Sekali lagi sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilan bahkan parahnya lagi menilai orang dari masa lalunya. Masa lalu adalah kaca spion, sekali-sekali saja di tengok dan kemudian menatap ke depan lagi. Apa yang terjadi jika melihat spion terus? tentu saja menabrak kesana kemari. Bertepatan dengan hajatan politik paling akbar di negeri kita, jika ada yang mengungkit-ungkit masa lalu calon lain, sudah pasti dia itu bukan orang baik, dan itu teori kuno karena sejarah telah membuktikan tidak ada hubungannya He...he...he...

Presiden RI Yang Terlewatkan Sejarah


Terjadi kekeliruan sejarah pada tulisan yang disampaikan di berbagai media massa bahwa Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden ke-6 Republik Indonesia (RI). Anggapan umum bahwa tokoh yang pernah menjadi Presiden RI berturut-turut Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan kini SBY.

Padahal ada dua tokoh yang terlewat, yaitu Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (1948) ketika Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Assaat adalah Presiden RI saat republik menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949). Hal yang sungguh mengherankan adalah sangat sulit mencari gambar dari Mr. Asaat atau nasionalis bernama lengkap Asaat Datuk Mundo ini. Saya hanya mendapat gambar Sjafrudin Prawiranegara saja. Apapun opini yang berkembang sampai saat ini, mereka tetaplah putra-putra terbaik Indonesia yang telah menyumbangkan darma baktinya untuk kemerdekaan negeri yang teramat mereka cintai.

Sumber: Kabari News, Wikipedia.